Rabu, 04 Januari 2012

Cara Memakai USB Device di VirtualBox (Linux Host)

Bagi Anda yang memakai Virtualbox di sistem operasi GNU/Linux, pasti akan mendapati bahwa USB device Anda tidak dapat di-mount, dideteksi, atau dipakai secara langsung ke dalam Guest OS. Atau lebih tepatnya, device-device itu terlihat namun dengan state unavailable (inactive). Berbeda halnya jika Anda memakai Virtualbox di sistem operasi Windows.
Anda mungkin bisa saja mengakali permasalahan ini dengan memakai fitur shared folder-nya Virtualbox. Akan tetapi, hal ini cuma bisa dilakukan bila USB device tersebut adalah UFD. Namun, jika berbentuk webcam, printer, atau yang lainnya lagi, bagaimana?
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, cobalah langkah-langkah di bawah berikut ini:
1. Buka Terminal, ketikkan perintah :
getent group vboxusers
seketika itu akan ditampilkan user-user yang terdapat di dalam group tersebut.
2. Terlihat di atas, user yang terdapat dalam grup vboxusers hanya ada satu yaitu romtoni. Angka 124 di atas adalah angka devgid. Angka tersebut mungkin akan berbeda di masing-masing sistem. Catatlah angka tersebut karena itu adalah angka yang mewakili user yang akan memakai fitur USB device di Virtualbox.
3. Setelah itu, tambahkan baris perintah di bawah ini ke dalam /etc/fstab :
none /sys/bus/usb/drivers usbfs devgid=124,devmode=664 0 0
sesuaikan angka devgid dengan yang Anda miliki. Anda hanya bisa melakukan penambahan baris tersebut di /etc/fstab bila login sebagai root atau memakai perintah sudo gedit /etc/fstab (bila Anda memakai editor gedit).
4. Simpan perubahan tersebut lalu restart sistem Anda. Nah, sekarang Anda akan mendapati Virtualbox Anda sudah dapat memakai USB device. Selamat mencoba!

HyperChem

Program HyperChem, merupakan program kimia aplikasi 32 bit, yang dikembangkan oleh HyperCube Inc untuk system operasi Windows 95/98 dan Windows NT. HyperChem merupakan program yang handal dari pemodelan molekul yang telah diakui mudah digunakan, fleksibel dan berkualitas. Dengan menggunakan visualisasi dan animasi tiga dimensi hasil perhitungan kimia kuantum, mekanika dan dinamika molekular, menjadikan HyperChem terasa sangat mudah digunakan dibandingkan dengan program kimia kuantum yang lain.

Hyperchem, merupakan tools dasar dalam molecular modeling. Software ini dapat digunakan untuk menggambar struktur kimia, optimasi geometri dengan berbagai macam model, study molecular dinamik dasar, study QSAR, dll.



HyperChem ialah suatu program simulasi dan pemodelan molekular yang memungkinkan perhitungan kimiawi yang kompleks. HyperChem mencakup fungsi-fungsi berikut:


1. Membuat sketsa dwimatra (2D) molekul dari atom-atom penyusunnya, lalu mengubahnya menjadi model trimatra (3D) dengan HyperChem Model Builder.
2. Memilih residu-residu standar secara berurutan dari perpustakaan asam amino dan nukleotida HyperChem/Lite untuk membangun protein dan asam nukleat.
3. Membaca tipe atom dan koordinat molekular yang telah disimpan sebagai arsip HIN (masukan HyperChem yang dibuat sebelumnya) atau arsip ENT (mengambil dari sumber lain, yaitu Brookhaven Protein Data Bank/PDB)
4. Menata kembali molekul, misalnya dengan memutar atau menggesernya.
5. Mengubah kondisi tampilan, termasuk penampakan ruang, model molekul, dan label struktural.
6. Merancang dan melakukan perhitungan kimiawi, termasuk dinamika molekular. 
Tersedia berbagai metode mekanika molekular maupun mekanika kuantum (semiempiris atau ab initio). Perhitungan mekanika molekular menggunakan medan gaya MM+, AM-BER, BIO+, atau OPLS, sedangkan mekanika kuantum semiempiris meliputi extended Hückel, CNDO, INDO, MINDO3, MNDO, AM1, PM3, ZINDO/I, dan ZINDO/S.
7. Penetapan efek isotop dalam perhitungan analisis vibrasional untuk metode-metode SCF ab initio dan semiempiris.
8. Membuat grafik Excel dari hasil perhitungan kimiawi.
9. Mensolvasikan molekul dalam kotak periodik.

Program Kimia menyediakan fasilitas pembuatan model tiga dimensi (3D), perhitungan mekanika molekular dan mekanika kuantum (semiempiris dan ab initio). Disamping itu tersedia pula database dan program simulasi Monte Carlo dan molecular dynamics (MD).

Untuk mempelajarinya bisa klik (Di sini) atau jika mau tau update-an terbaru dari software ini bisa dilihat di (situs resminya Hypercham) atau mau lihat dulu tutorialnya? klik Download Tutorial Hyperchem 8 dari sini semua hanya ada 4 file.
Yaitu: Cara melakukan rendering, dasar-dasar untuk melakukan Raytrace Image, Cara mencari database molekul yang tersedia di Hyperchem, serta contoh analysis vibrasi dari molekul air.

sumber : http://urip.wordpress.com , http://www.faikshare.com , Harno D Prawono (Kimia komputasi) dan adesuherman09.student.ipb.ac.id

Manfaat HyperChem dalam Kimia Komputasi



HyperChem adalah modeler molekul serbaguna  dan editor molekul kuat padapaket komputasi.HyperChem banyak menawarkan jenis molekul dan perhitunganmekanika kuantum.
Beberapa fitur yang terdapat pada HyperChem:
Building and Displaying Molecules 
Mengirimkan struktur bisa untuk perhitungan  mahal dalam hal waktu dan usahamanusia. HyperChem memungkinkan Anda membangun dan menampilkan molekulmudah. Sejak HyperChem berisi antarmuka grafis, Anda dapat memantaupembangunan molekul.
Optimizing the Structures of Molecules
Untuk menghitung sifat-sifat molekul, Anda perlu menghasilkan suatu definisi dengan baik pada struktur. Sebuah perhitungan sering memerlukan strukturminimum pada permukaan energi potensial. HyperChem mengoptimasikan beberapa geometri untuk melakukan hal ini. Anda kemudian dapat menghitung sifattitik tunggal dari molekul atau menggunakan dioptimalkan struktur sebagai titik awaluntuk perhitungan berikutnya, seperti simulasi dinamika molekul.
Investigating the Reactivity of Molecules
Untuk menyelidiki reaktivitas molekul dan kelompok gugus fungsional mereka. Salah satu metode adalah dengan menggunakan Frontier Theory Orbital Molekular. Anda dapat menggunakan energi orbital molekul, koefisien, dan nodal sifat dari mekanikakuantum perhitungan titik tunggal  untuk menyelidiki isu-isu seperti reaktivitas relatifsubstituen molekul yang berbeda, regioselectivity reaksi, dan selektivitas nukleofildan elektrofil.
Generating and Viewing Orbitals and Electronic Plots
HyperChem dapat memplot fungsi gelombang orbital yang dihasilkan darisemiempirical dan ab initio perhitungan mechanical quantum. Sangat menarik untuk melihat kedua sifat nodal dan ukuran relatif dari fungsi gelombang. Fungsi gelombang orbital dapat menyediakan wawasan bahan kimia.
Evaluating Chemical Pathways and Mechanisms
Menghitung sifat titik tunggal dan energi berisi informasi tentang jalur kimia dan mekanisme.
Studying the Dynamic Behavior of Molecules
Sebuah sistem molekuler pada suhu kamar secara akurat ditandai dengangerakannya. Simulasi dinamika molekuler menghitung posisi masa depan dankecepatan atom berdasarkan nilai-nilai mereka saat ini. Anda dapat memperolehdata kualitatif dan kuantitatif dari simulasi dinamika molekul HyperChem.

sumber : http://www.hyper.com/
HyperCube. 1996. HyperChem® Computational Chemistry. Publication HC50-00-03-00 

ChemTool

ChemTool sesungguhnya hanyalah sebuah file spreadsheet yang dirancang untuk penkonversian massa zat ke mol dan sebaliknya. Chemtool ini merupakan salah satu applet yang ada dalam Chempup seperti yang saya tulis di ChemPup, Applet Kimia pada Puppy Linux. Sangat sederhana namun cukup inspiratif. Ini tentu masih dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pembuatan kalkulator khusus hanya dengan menggunakan spreadsheet. Saya sudah coba mengalihbahasakan ChemTool ini.
Ini adalah bentuk aslinya.



Berikutnya adalah hasil terjemahan dengan tidak mengubah rumus yang ada di dalam-nya.



Kalau berminat (meskipun tidak begitu penting) silahkan unduh dari sini (file xlsx) 13,5 KB.
Saya kira file ini akan dikembangkan lebih lanjut, sebab sudah banyak yang menggunakan spreadsheet untuk digunakan dalam pengajaran kimia seperti yang ditulis di blog ini: Mengembangkan Simulasi Matematika untuk Kimia dengan Excel.


Sumber: http://urip.wordpress.com/2011/06/08/chemtool-pengkonversi-mol-dan-massa-zat-dari-chempup/

Manfaat Kimia Komputasi

Kimia Komputasi untuk Pembelajaran:
  1. Sebagai molekular modeling dalam dasar-dasar suatu struktur kimia,
  2. Untuk mengetahui sifat-sifat fisik maupun kimia dari suatu molekul tanpa melalui praktikum,
  3. Dapat sebagai bahan referensi selain ebook atau buku untuk mengetahui dasar-dasar molekul
  4. Mempelajari suatu reaksi kimia baik itu permitted atau forbidden tanpa dengan praktek secara konvensional
  5. Mempelajari interaksi antar molekul dengan molekul lainnya secara molekular modeling

Pada intinya pembelajaran kimia komputasi untuk mendapatkan banyak informasi tanpa harus melakukan praktikum secara konvensional.

Kimia Komputasi untuk Penelitian:
  1. Berfungsi sebagai bahan referensi sebelum melakukan penelitian tingkat lanjut,
  2. Sebagai menentukan suatu hipotesa untuk mengetahui tujuan dari penelitian yang akan dihadapi,
  3. Dapat menghemat biaya penelitian.

Pada Intinya kimia komputasi untuk penelitian mampu membantu penelitian dalam mensintesis suatu molekul tanpa harus membuang-buang reagen, sehingga dapat menghemat biaya.


sumber : Toto

Manfaat Kimia Komputasi dalam Penemuan Obat


Membawa senyawa kimia dari aras ide menjadi obat yang beredar di pasar merupakan proses yang membutuhkan sekitar rata-rata 800 juta US dollar menurut catatan yang disampaikan DiMasi dkk. (2003). Biaya yang sangat besar tentunya, apalagi dikaitkan dengan kemampuan ekonomi negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Strategi dan upaya yang efektif dan ekonomis diperlukan untuk membawa Indonesia juga turut diperhitungkan dalam penemuan obat.
Tawaran yang menarik akhir-akhir ini adalah pemanfaatan komputer sebagai alat bantu dalam penemuan obat. Kemampuan komputasi yang meningkat eksponensial merupakan peluang untuk mengembangkan simulasi dan kalkulasi dalam merancang obat. Komputer menawarkan metode in silico sebagai komplemen metodein vitro dan in vivo yang lazim digunakan dalam proses penemuan obat. Terminologi in silico, analog dengan in vitro dan in vivo, merujuk pada pemanfaatan komputer dalam studi penemuan obat.
Mengapa dikatakan menarik? Alasan utamanya adalah efisiensi biaya. Sebagai ilustrasi akan disampaikan perbandingan penemuan obat secara konvensional dan dengan bantuan komputer ketika ditemukan suatu senyawa A dalam tanaman Z yang diduga aktif sebagai senyawa antikanker dengan menghambat enzim X, suatu enzim yang sudah diketahui strukturnya secara kristalografi:
  1. Konvensional
    Secara konvensional yang bisa dilakukan adalah mensintesis turunan dan analog senyawa A dan diujikan dalam enzim X sampai ditemukan benerapa senyawa yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pada senyawa-senyawa potensial tersebut dilakukan uji lanjutan dan secara alami senyawa-senyawa tersebut dapat berguguran dan tidak sampai ke pasar karena terbentur beberapa masalah pada uji lanjutan, misal didapati toksis. Kemudian dilakukan skrining lagi dari tanaman yang secara empiris dilaporkan mengobati kanker.
  2. Dengan bantuan komputer (Computer-aided drug discovery; CADD)
    Di lain pihak, keberadaan sebuah komputer pribadi dilengkapi dengan aplikasi kimia komputasi yang memadai ditangan ahli kimia komputasi medisinal yang berpengalaman dapat menayangkan senyawa A secara tiga dimensi (3D) dan melakukan komparasi dengan senyawa lain yang sudah diketahui memiliki aktivitas tinggi, misal senyawa B. Berdasarkan komparasi 3D dilengkapi dengan perhitungan similaritas dan energi, memberikan gambaran bagian-bagian dan gugus-gugus potensial yang dapat dikembangkan dari senyawa A (pharmacophore query). Kemudian berbagai senyawa turunan dan analog disintesis secara in silico alias digambar sesuai persyaratan aplikasi komputer yang digunakan (Untuk selanjutnya disebut senyawa hipotetik). Hal ini jelas jauh lebih murah daripada sintesis yang sebenarnya. Keberadaan data struktur 3D enzim X akan sangat membantu. Aplikasi komputer dapat melakukan studi interaksi antara senyawa-senyawa hipotetik dengan enzim X secara in silico pula. Dari studi ini dapat diprediksi aktivitas senyawa-senyawa hipotetik dan dapat dilakukan eliminasi senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas rendah. Sebelum diusulkan untuk disintesis, senyawa-senyawa hipotetik tersebut dengan diprediksi toksisitasnya secara in silico dengan cara melihat interaksinya dengan enzim-enzim yang bertanggung jawab pada metabolisme obat. Dari beberapa langkah in silico tersebut, dapat diusulkan beberapa senyawa analog dan turunan senyawa A yang memang potensial untuk disintesis dan dikembangkan, atau mengusulkan untuk mengembangkan seri baru. Jumlah senyawa yang diusulkan biasanya jauh lebih sedikit dibandingkan penemuan obat secara konvensional.
Dalam hal ini komputer membantu untuk mereduksi jumlah senyawa yang diusulkan secara rasional dan diharapkan lebih efektif serta , membantu mempelajari interaksi obat dengan targetnya bahkan kemungkinan sifat toksis senyawa tersebut dan metabolitnya. Berdasar pengalaman penulis, dalam waktu satu tahun di Indonesia dikarenakan kurang pengalaman (dan starting material tidak dapat ditemui di agen lokal, harus impor dan butuh waktu tiga bulan jika ada stoknya; alat untuk elusidasi struktur sangat jarang dan andaikan ada pun sering tidak dalam kondisi dapat digunakan,) rata-rata hanya mampu melaporkan sintesis 3 senyawa sederhana. Peran komputer dalam hal ini bagi negera berkembang dapat dioptimalkan.
Berdasarkan ilustrasi di atas dapat disarikan dua metode yang saling melengkapi dalam penggunaan komputer sebagai alat bantu penemuan obat, yaitu: (i) berdasarkan senyawa yang diketahui berikatan dengan target atau biasa disebut ligand, (rancangan obat berdasarkanligand; ligand-based drug designi(LBDD)) dan (ii) berdasarkan struktur target baik berupa enzim maupun reseptor yang bertanggung jawab atas toksisitas dan aktivitas suatu senyawa di dalam tubuh (rancangan obat berdasarkan struktur target; structure-based drug design(SBDD)).
LBDD memanfaatkan informasi sifat fisikokimia senyawa-senyawa aktif sebagai landasan mendesain senyawa baru. Tiga metode LBDD yang lazim digunakan adalah pharmacophore discovery dan hubungan kuantitatif struktur-aktivitas/quantative structure-activity relationship(HKSA/QSAR), dan docking studies. Pharmacophore discovery yaitu metode mencari kesamaan sifat fisikokimia antara lain sifat elektronik, hidrofobik dan sterik dari senyawa-senyawa yang dilaporkan aktif kemudian dibangun suatu bagian 3D yang menggabungkan sifat gugus-gugus maupun bagian senyawa yang diduga bertangung jawab terhadap aktivitasnya (pharmacophore). Adapun QSAR memadukan statistika dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer guna menurunkan suatu persamaan yang dapat digunakan memprediksi aktivitas suatu senyawa
Struktur protein target dapat dimodelkan dari data yang diperoleh struktur kristalnya maupun hasil analisis nuclear magnetic resonance NMR) maupun data genomic (bioinformatics). Struktur protein hasil kristalografi dapat diakses di www.rscb.org. SBDD memanfaatkan informasi dari struktur protein target guna mencari sisi aktif protein yang berikatan dengan senyawa. Berdasarkan prediksi sisi aktif dapat dirancang senyawa yang diharapkan berikatan dengan protein target tersebut dan memiliki aktivitas biologis.
Dengan memanfaatan informasi dari struktur target maupun sifat fisikokimia ligand dapat dilakukan skrining uji interaksi senyawa-senyawa yang diketahui aktif (ligand) pada prediksi sisi aktif protein. Berdasarkan informasi yang diperoleh dirancang senyawa baru yang diharapkan lebih poten dari senyawa-senyawa yang ada. Hal ini juga digunakan untuk studi interaksi liganddengan protein targetnya. Salah satu kelemahan docking studies dalam untuk studi interaksi adalah asumsi struktur protein yang kaku, yang tidak memfasilitasi efek induced-fit dari interaksi protein dengan ligand-nya. Fleksibilitas protein dan interaksinya dengan suatu senyawa dapat dianalisis dengan mengaplikasikan Molecular Dynamics (MD), simulasi yang melihat perubahan struktur suatu senyawa terhadap waktu berdasarkan parameter-parameter tertentu.
Permasalahan utama untuk pemanfaatan komputer ini adalah keberadaan aplikasi kimia komputasi yang memadai dan lengkap. Salah satu aplikasi kimia komputasi yang cukup memadai untuk penemuan obat adalah Molecular Operating Environment (MOE) yang dikembangkanChemical Computing Group (www.chemcomp.com). MOE selain menawarkan fasilitas yang cukup lengkap juga user-friendly sehingga cocok digunakan dalam pembelajaran. Hanya saja aplikasi kimia komputasi yang user-friendly biasanya mahal sehingga alasan efisiensi biaya tidak lagi relevan. Sebagai informasi, biaya lisensi untuk penggunaan akademis (non komersial) sekitar 2000 US dollar pertahun. Namun demikian di era open source ini semakin banyak aplikasi-aplikasi kimia komputasi berbasis open source maupun yang menawarkan free academic license(Geldenhuys dkk., 2006). Hanya saja aplikasi-aplikasi tersebut seringkali tidak user-friendly dan untuk memanfaatkannya membutuhkan kemampuan komputer yang lebih dalam, seperti menguasai LINUX-based operating system dan command line editor bawaan masing-masing aplikasi. Selain tidak user-friendly, aplikasi-aplikasi tersebut seringkali fokus pada satu topik sehingga tidak cukup lengkap digunakan secara komprehensif. Beberapa contoh aplikasi-aplikasi yang tersedia secara gratis untuk tujuan nonkomersial: NAMD (http://www.ks.uiuc.edu/Research/namd/) , sebuah aplikasi untuk Molecular Dynamics; Visual molecular dynamics (VMD; http://www.ks.uiuc.edu/Research/vmd/) untuk visualisasi molekul baik tunggal maupun trajectory hasil studi Molecular Dynamics; ArgusDock (www.arguslab.com) untukdocking analisis; GAMESS (www.uiowa.edu/~ghemical/gtk-gamess.shtml) untuk minimisasi energi; dan ACD/labs ChemSkecth (www.acdlabs.com) untuk menggambar struktur kimia.
Dengan berbagai data sintesis dan uji aktivitas yang telah dilakukan banyak peneliti yang telah dipublikasikan baik di Indonesia maupun internasional serta data struktur protein yang dapat mudah diakses, berpartisipasi dalam penemuan obat secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan CADD merupakan salah satu peluang yang layak dipertimbangkan untuk ditekuni lebih lanjut.
Daftar Pustaka:
DiMasi, J.A., et al (2003) The price of innovation: new estimates of drug development costs. J. Health. Econ., 22, 151-185
Geldenhuys, W,J., et al (2006) Optimizing the use of open-source software applications in drug discovery. DDT, 11 (3/4), 127-132

ChemOffice



Chem office adalah sebuah program yang bisa membuat gambar-gambar zat kimia dapat berupa molekul sederhana maupun kompleks. Ga cuman itu ajah tapi kamu bisa belajar cara pergerakan dan perputaran dari aplikasi 3D nya.
Apalagi bisa d setting dengan kecepatan perputarannya dan bisa mengetahui stabil d kecepatan berapa. Jika kamu belajar Adsorpsi mungkin itu bisa jadi pembelajaran kamu.
Dan bisa mengetahui rumus keseimbangannya.
berikut ini adalah video cara menggunakan chemoffice